6 Kesalahan Umum Saat Mencoba Menurunkan Berat Badan

6 Kesalahan Umum Saat Mencoba Menurunkan Berat Badan – Menurunkan berat badan bisa terasa sangat sulit bagi sebagian orang.

Terkadang Anda merasa melakukan segalanya dengan benar, namun masih belum mendapatkan hasil.

Anda mungkin sebenarnya menghalangi kemajuan Anda dengan mengikuti nasihat yang salah arah atau ketinggalan zaman.

Berikut adalah 6 kesalahan umum yang dilakukan orang saat mencoba menurunkan berat badan.

6 Kesalahan Umum Saat Mencoba Menurunkan Berat Badan

1. Hanya Berfokus pada Skala Berat

Sangat umum untuk merasa seperti Anda tidak menurunkan berat badan dengan cukup cepat, meskipun berpegang teguh pada diet Anda.

Namun, angka pada timbangan hanyalah salah satu ukuran perubahan berat badan. Berat badan dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk fluktuasi cairan dan seberapa banyak makanan yang tersisa di sistem Anda.

Faktanya, berat badan dapat berfluktuasi hingga 1,8 kg selama sehari, tergantung pada seberapa banyak makanan dan cairan yang Anda konsumsi.

Selain itu, peningkatan kadar estrogen dan perubahan hormonal lainnya pada wanita dapat menyebabkan retensi air yang lebih besar, yang tercermin dalam skala berat.

Jika angka pada timbangan tidak bergerak, Anda mungkin akan kehilangan massa lemak tetapi tetap menahan air. Untungnya, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk menurunkan berat badan air.

Selain itu, jika Anda telah berolahraga, Anda mungkin mendapatkan otot dan kehilangan lemak.

Jika ini terjadi, pakaian Anda mungkin mulai terasa lebih longgar – terutama di sekitar pinggang – meskipun timbangannya stabil.

Mengukur pinggang Anda dengan meteran dan mengambil foto diri Anda setiap bulan dapat mengungkapkan bahwa Anda benar-benar kehilangan lemak, meskipun nomor timbangannya tidak banyak berubah.

2. Makan Terlalu Banyak atau Terlalu Sedikit Kalori

Defisit kalori diperlukan untuk menurunkan berat badan. Ini berarti Anda perlu membakar lebih banyak kalori daripada yang Anda konsumsi.

Selama bertahun-tahun, diyakini bahwa penurunan 3.500 kalori per minggu akan mengakibatkan hilangnya lemak sebanyak 1 lb (0,45 kg). Namun, penelitian terbaru menunjukkan defisit kalori yang dibutuhkan bervariasi dari orang ke orang.

Anda mungkin merasa seolah-olah Anda tidak makan terlalu banyak kalori. Namun nyatanya, kebanyakan dari kita cenderung meremehkan dan tidak melaporkan apa yang kita makan.

Dalam studi dua minggu, 10 orang obesitas dilaporkan mengonsumsi 1.000 kalori per hari. Pengujian laboratorium menunjukkan mereka benar-benar mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari.

Anda mungkin mengonsumsi terlalu banyak makanan yang sehat tetapi juga tinggi kalori, seperti kacang-kacangan dan keju. Mengamati ukuran porsi adalah kuncinya.

Di sisi lain, mengurangi asupan kalori terlalu banyak bisa menjadi kontraproduktif.

Studi tentang diet sangat rendah kalori yang menyediakan kurang dari 1.000 kalori per hari menunjukkan bahwa diet tersebut dapat menyebabkan hilangnya otot dan secara signifikan memperlambat metabolisme.

3. Tidak Berolahraga atau Berolahraga Terlalu Banyak

Selama penurunan berat badan, Anda pasti kehilangan sebagian massa otot serta lemak, meskipun jumlahnya tergantung pada beberapa faktor.

Jika Anda tidak berolahraga sama sekali sambil membatasi kalori, Anda kemungkinan besar akan kehilangan lebih banyak massa otot dan mengalami penurunan laju metabolisme.

Sebaliknya, olahraga membantu meminimalkan jumlah massa tanpa lemak yang hilang, meningkatkan kehilangan lemak, dan mencegah metabolisme Anda melambat. Semakin banyak massa ramping yang Anda miliki, semakin mudah menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan.

Namun, olahraga berlebihan juga bisa menimbulkan masalah.

Studi menunjukkan olahraga yang berlebihan tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang bagi kebanyakan orang dan dapat menyebabkan stres. Selain itu, dapat mengganggu produksi hormon adrenal yang mengatur respons stres.

Mencoba memaksa tubuh Anda untuk membakar lebih banyak kalori dengan berolahraga terlalu banyak tidaklah efektif dan juga tidak sehat.

Namun, mengangkat beban dan melakukan kardio beberapa kali per minggu merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga laju metabolisme selama penurunan berat badan.

4. Tidak Mengangkat Beban

Melakukan latihan ketahanan sangat penting selama penurunan berat badan.

Studi menunjukkan angkat beban adalah salah satu strategi olahraga paling efektif untuk membentuk otot dan meningkatkan laju metabolisme. Ini juga meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dan meningkatkan kehilangan lemak perut.

Faktanya, tinjauan terhadap 15 penelitian dengan lebih dari 700 orang menemukan bahwa strategi terbaik dari semuanya untuk menurunkan berat badan tampaknya menggabungkan latihan aerobik dan angkat beban.

5. Memilih Makanan Rendah Lemak atau “Diet”

Makanan olahan rendah lemak atau “diet” sering dianggap sebagai pilihan yang baik untuk menurunkan berat badan, tetapi sebenarnya memiliki efek sebaliknya.

Banyak dari produk ini sarat dengan gula untuk meningkatkan rasanya.

Misalnya, satu cangkir (245 gram) yogurt rendah lemak dan rasa buah dapat mengandung 47 gram gula (hampir 12 sendok teh).

Alih-alih membuat Anda kenyang, produk rendah lemak cenderung membuat Anda lebih lapar, sehingga Anda akhirnya makan lebih banyak lagi.

Alih-alih makanan rendah lemak atau “diet”, pilih kombinasi makanan bergizi dan diproses secara minimal.

6. Tidak Makan Cukup Protein

Mendapatkan cukup protein sangat penting jika Anda mencoba menurunkan berat badan.

Faktanya, protein telah terbukti membantu menurunkan berat badan dengan beberapa cara.

Ini dapat mengurangi nafsu makan, meningkatkan perasaan kenyang, mengurangi asupan kalori, meningkatkan laju metabolisme dan melindungi massa otot selama penurunan berat badan.

Dalam studi 12 hari, orang mengonsumsi makanan yang mengandung 30% kalori dari protein. Mereka akhirnya mengonsumsi rata-rata 575 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan saat mereka makan 15% kalori dari protein.

Sebuah tinjauan juga menemukan bahwa diet protein tinggi, yang mengandung 0,6-0,8 gram protein per lb (1,2-1,6 g / kg), dapat bermanfaat untuk mengontrol nafsu makan dan komposisi tubuh.

Untuk mengoptimalkan penurunan berat badan, pastikan setiap makanan Anda mengandung makanan berprotein tinggi.

Baca Juga:

Resep Donat: Cara Membuat Donat yang Mudah Diterapkan #DiRumahAja

9 Cara Sederhana untuk Mulai Makan Bersih Selama #DiRumahAja

Panduan Lengkap Makan Sehat Bagi Pemula Selama #DiRumahAja

10 Cara Sederhana Meredakan Stres Selama #DiRumahAja

5 Cara Mengurangi Stres di Rumah #DiRumahAja

50 Makanan Super Sehat yang Bisa Dinikmati #DiRumahAja

10 Tips Diet Terbaik Menurunkan Berat Badan dan Meningkatkan Kesehatan Selama #DiRumahAja

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat: 3 Langkah Sederhana, Berdasarkan Sains

15 Tips Penurunan Berat Badan yang Telah Terbukti

10 Alasan Umum Mengapa Anda Tidak Dapat Menurunkan Berat Badan

15 Alasan Mengkonsumsi Makanan Segar Selama #DiRumahAja

8 Cara Ampuh Menurunkan Berat Badan Tanpa Diet atau Olahraga

5 Kebiasaan Pagi yang Membantu Menurunkan Berat Badan

5 Kebiasaan Mempengaruhi Umur Panjang

Kopi dan Umur Panjang: Apakah Peminum Kopi Hidup Lebih Lama?

7 Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Apakah Kacang Baik untuk Menurunkan Berat Badan?

Nah itulah 6 Kesalahan Umum Saat Mencoba Menurunkan Berat Badan. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan informasi penting ini kepada orang-orang terkasih, ya!